22


Click here for Myspace Layouts

ala ninja

hay...

selamat datang, selamat bergabung.......

Rabu, 04 Mei 2011

CONTOH MAKALAH PEMBENTUKAN TANAH

BAB I
PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang
Adapun yang melatarbelakangi penulisan makalah ini yaitu karena masih banyak diantara kita yang sudah sering melihat serta memanfaatkan tanah dalam kehidupan sehari-hari namun belum mengetahui apa itu tanah dan bagaimana bisa terbentuknya tanah. Oleh karena itu disini akan mencoba untuk memaparkan proses pembentukan tanah.

1.2.  Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini selain untuk memenuhi penilaian pada Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Tanah yaitu juga agar kita semua dapat mengetaui apa itu tanah dan bagaimana pembentukan tanah sampai menjadi tanah yang kita manfaatkan dalam kehidupan serta bagaimana hubungannya antara pembentukan tanah dengan tanaman.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Profil Tanah dan Solum Tanah
Profil tanah yaitu irisan tanah dalam bentuk vertikal seperti yang tertera pada gambar di bawah ini.
Horison tanah adalah lapisan-lapisan yang terbentuk karena hasil dari proses pembentukan tanah.
Pada horison O kita sebut dengan Organik (hewan yang hidup dan tanaman yang tumbuh). Pada horison A disebut Top Soil atau lebih tepat jika disebut lapisan olah, disinilah yang digunakan untuk kegiatan pertanian. Tingginya antara 25 cm – 30  cm. Pada horison B disebut Subsoil. Gabungan antara Horison A dan B disebut Solum Tanah, disinilah tempat terjadinya perakaran. Pada horison C disebut Bahan Induk dan di bawah bahan induk masih ada lapisan lagi yang disebut dengan batuan Induk.
Dari gambar di atas kita dapat melihat bahwa semakin ke atas warna tanah semakin gelap, dengan demikian semakin gelap warna tanah maka semakin tinggi pula tingkat kesuburannnya, karena semakin gelap berarti semakin banyak humus yang dikandung dalam tanah.
Proses pembentuakn tanah seperti yang tampak pada profil tanah di atas yaitu dimuali dari proses pelapukan batuaan induk menjadi bahan induk tanah, diikuti oleh proses percampuran bahan organik dengan bahan mineral di permukaan tanah, pembentukan struktur tanah, pemindahan bahan-bahan tanah dari bagian atas tanah ke bagian bawah tanah dan berbagai proses lain yang dapat menghasilkan horison-horison tanah
2.2.  Pedon dan Polypedon
Pedon yaitu satuan individu terkecil dalam tiga dimensi yang masih dapat disebut tanah. Pedon memiliki luas antara 1 – 10 m2 sehingga cukup luas untuk dipelajari sifat-sifat dan susunan horizon tanah yang ada. Sedangkan polypedon yaitu kumpulan dari pedon yang mempunyai sifat-sifat yang sama dalam arti semua pedon tersebut masuk dalam satu seri tanah yang sama. Polypedon inilah yang digunakan sebagai dasar pengelompokkan tanah di lapangan.

2.3.  Proses pelapukan Batuan dan Mineral
a)      Pelapukan secara Fisik
Akibat naik turunnya suhu dan perbedaan kemampuan memuai dan mengerut dari masing-masing mineral
b)      Pelapukan secara Biologik-Mekanik
Akibat masuknya akar ke dalam batuan melalui retakan-retakan batuan hingga menghancurkan batuan tersebut
c)      Pelapukan secara Kimia
§  Hidrasi, yaitu reaksi kimia dimana molekul air terikat oleh senyawa-senyawa tertentu (CaSO4 + 2H2O -----> CaSO4 2H2O)
§  Dehidrasi, yaitu hilangnya molekul air dari senyawa-senyawa tersebut      (CaSO4 2H2O -----> CaSO4 + 2H2O)
§  Oksidsi, yaitu proses dimana electron-elektron atau muatan listrik negative menjadi berkurang (Fe++ -----> Fe+++ + e-)
§  Reduksi, yaitu penambahan electron (Fe+++ + e- ­----> Fe++)
§  Hidrolisis, terjadi karena adanya pergantian kation-kation dalam struktur kristal oleh hidrogen sehingga struktur kristal rusak dan hancur, merupakan unsur pelapukan kimia yang terpenting ( K A Si3 O8 + H+ ---- H Al Si3 O8 + K+)
§  Pelarutan (solution), terjadi pada garam-garam sederhana seperti karbon, klorida dan lain-lain ( CaCO3 + 2H+ ---> H2 CO3 + Ca++)

2.4.  Pembentukan Profil Tanah

a)      Penambahan bahan-bahan dari tempat lain ke tanah
Ø  Penambahan air hujan, embun
Ø  Penambahan O2 dan CO2 dari atmosfer
Ø  Penambahan N, Cl, S dari atmosfer dan curah hujan
Ø  Penambahan bahan organik dari sisa tanaman dan hewan
Ø  Bahan endapan
Ø  Energi dari sinar matahari

b)      Kehilangan bahan-bahan yang ada di tanah
Ø  Kehilangan air melalui penguapan (evapotranspirasi)
Ø  Kehilangan N melalui proses denitrifikasi
Ø  Kehilangan C sebagai CO4 atau CH4
Ø  Kehilangan tanah karena erosi
Ø  Kehilangan energi karena radiasi

c)      Perubahan bentuk (transformasi)
Ø  Perubahan bahan organik kasar menjadi humus
Ø  Penghancuran pasir menjadi debu, lalu menjadi liat
Ø  Pembentukan struktur tanah
Ø  Pelapukan mineral dan pembentukan mineral liat
Ø  Pembentukan konkresi

d)     Pemindahan dalam solum
Ø  Pemindahan liat, bahan organik, Fe, Al dari lapisan atas ke lapisan bawah
Ø  Pemindahan unsur hara dari lapisan bawah ke lapisan atas melalui siklus kegiatan vegetasi. Dsb.


2.5.  Tanah sebagai Sistem Terbuka
Artinya sewaktu-waktu tanah dapat menerima tambahan bahan dari luar atau kehilangan bahan-bahan yang telah dimilikinya.
Input, berasal dari hasil pelapukan bahan induk, endapan baru, air hujan/ pengairan, sisa-sisa tanaman, energi (sinar matahari)
Output, misalnya erosi tanah, penguapan air, penyerapan unsur hara oleh tanaman, pencucian (leaching), pancaran panas/ emisi.
2.6.  Faktor-faktor Pembentukan Tanah

a)      Iklim
Adanya curah hujan dan suhu yang tinggi di daerah tropika menyebabkan reaksi kimia berjalan cepat sehingga proses pelapukan dan pencucian berjalan cepat
b)      Organisme
Akumulasi bahan organik, siklus unsur hara, dan pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah. Demikian juga vegetasi yang tumbuh di tanah tersebut dapat merupakan penghalang untuk terjadinya erosi sehingga mengurangi jumlah tanah permukaan yang hilang
c)      Bahan Induk
Susunan mineral dan kimia yang terakandung dalam bahan induk mempengaruhi intensitas tingkat pelapukan, serta mempengaruhi jenis vegetasi alami yang tumbuh di atasnya.
d)     Topografi (Relief)
Relief adalah perbedaan tinggi atau bentuk wilayah suatu daerah termasuk di dalamnya perbedaan kecuraman dan bentuk lereng. Relief mempengaruhi proses pembentukan tanah karena :
Ø  Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap atau ditahan masa tanah
Ø  Mempengaruhi dalamnya air tanah
Ø  Mempengaruhi besarnya erosi
Ø  Mengarahkan gerakan air

e)      Waktu
Waktu menunjukkan tingkat perkembangan (muda, dewasa, tua) dan umur tanah. Semakin tua umur tanah, maka tanah akan semakin baik.

2.7.  Hubungan Pembentukan Tanah dengan Keberadaan Tanaman

Seperti yang dibahas di atas tentang faktor-faktor pembentukan tanah, awalnya tanah berasal dari batuan induk yang dalam jangka waktu yang lama dan dengan berbagai proses akhirnya membentuk tanah. Tentunya asal dari batuan itu akan mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh di tanah tersebut nantinya. Jadi tanaman yang tumbuh di tempat A tidak sama dengan tanaman yang tumbuh di tempat B, tergantung pada asal batuan yang membentuknya.


BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan

Jadi intinya kualitas tanah dipengaruhi oleh batuan induk yang menjadi penyusun tanah tersebut. Tanah terbentuk melalui proses yang panjang hingga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya untuk pertanian. Jenis tanaman yang tumbuh pada satu tempat berbeda dengan tanaman yang tumbuh pada tempat lain karena bergantung pada struktur tanahnya dan asal bahan pembentuk tanah tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Hardjowigeno Sarwono, Prof Dr. Ir. H. M.Sc. 2010. Ilmu Tanah. Jakarta : CV AKADEMIKA PRESSINDO.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar